Nikson Nababan

Dia adalah Nikson Nababan, Bupati Taput. Tatapannya tajam, meski kadang tersenyum menceritakan kisah perjalanan hidupnya sejak kecil hingga menjadi bupati seperti saat ditemui di Pendopo Rumah Dinasnnya, di Jalan Ahmad Yani, Tarutung, Rabu (3/10/2017). Ayah dua anak ini tidak menyangka dirinya bakalan jadi seorang Bupati seperti saat ini. Namun, dengan semangat dan memiliki motto “Bagi Tuhan Tiada Yang Mustahil” membawa hidupnya, bahkan Taput kampung halmannya lebih baik di banding puluhan tahun lalu.

Alumni SD N 5 Siborongborong 1985 ini menuturkan, bukanlah dilahirkan dari keluarga yang kaya raya. Namun ayah dan ibunya adalah guru yang juga menyambi sebagai petani dan hidup serba pas-pasan di Sebuah Desa di Siborongborong. Dampak dari serba kekurangan dalam hal perekonomian tidak menciutkan Nikson Nababan untuk melanjutkan angan dan cita-citanya. Meski, dia juga pernah harus ikut menyekolahkan abang-abangnya dengan membantu orang tuanya bertani. Setelah Tamat dari SMA N I Siborongborong Nikson Nababan melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta. Sama halnya dengan masa SD dan SMA, persoalan yang kerap dihadapi juga adalah persoalan ekonomi yang serba pas-pasan.

Untuk menutupi berbagai biaya keperluan kuliah dan kebutuhan sehari-harinya, dia juga memilih mengamen. Padahal, awalnya dia bukanlah orang yang hobi bernyanyi. Tetapi, dengan begitu dia berhasil menamatkan kuliahnya dari STPMD pada 1996 lalu. “Kalau malam-malam minggu, mengamen jugalah. Nyanyi juga bukan karena hobi, tapi karena keadaan,” jelasnya. Kemampuan bernyanyinya pun semakin terasah dan terus melekat. Setelah menamatkan perkuliahan, Nikson Nababan malah tetap bernyanyi. Demi biaya hidup, cafe ke cafe di Jakarta menjadi tempat pilihan untuk ia kunjungi mengamen.

Rupanya, dia tidak mau terus-terusan menjadi pengamen. Uang mengamen yang diperolehnya dijadikannya modal untuk kursus bahasa inggris dan les komputer. Dia juga pernah tersandung berbagai kesulitan. Setiap hari dirinya menjatuhkan lamaran ke perusahaan-perusahaan. Dalam sehari, surat lamaran yang ia layangkan mencapai 20-30 surat. Menjadi sales juga pernah ia lakoni ketika tamat dari perkuliahan. Dia sales untuk barang-barang elektronik di perusahaan tak terkenal di Jakarta. Membawa brosur-brosur door to door dan ketika itu hanya dibayar Rp 2.000 per hari.

Keadaan tersebut hampir membuatnya menyerah dan hampir pulang kampung.

“Sempat berpikir lebih bagus bertani saja di kampung. Dah mau pulang saja niatnya,” tuturnya.

Apalagi awalnya merasa pesimis, karena dia beranggapan bidang studinya untuk masuk ke perusahaan-perusahaan besar terbatas. Ingin masuk PNS tidak punya uang. Namun, demikian tidak menyerah

“Ayah saya dulu pernah juga bilang. Kalau kamu mau masuk PNS Rp 60 juta dan gajinya hanya ratusan ribu, kamu nanti akan stres dan jangan ada’hosom, late, teal’ (iri, dengki dendam) di dalam dirimu. Berkat pasti datang. Kalau mau bertani tidak apa-apa. Itulah kalimat almarhum bapak saya untuk menguatkan saya,” ujarnya.

Keberuntungan sempat ia peroleh meski tak bertahan lama. Dia diterima di dua perusahaan besar sekaligus.

“Puji tuhan, akhirnya Kompas Gramedia Group untuk tabloid Bola menerimaku bekerja. Sekaligus juga Media Indonesia. Walau akhirnya menetap bekerja di Media Indonesia sebagai wartawan,” katanya mengisahkan.

Tak semulus diharapkan, pada jaman Orba tahun 1998 terjadi krisis moneter (krismon). Keadaan itu berdampak pada pengurangan gajinya sebagai wartawan.

Ketidakseimbangan gaji dan pekerjaan yang ia lakoni tidak sesuai. Makan pun tidak teratur dan biaya serba pas-pasan, sementara jam liputan tinggi. Keadaan itu sempat membuatnya sakit tyfus. Profesi sebagai kuli tinta pun dia akhiri. Sakit tyfus yang dialaminya bukan malah membuat menyerah. Dia tetap gigih, hingga akhirnya diangkat menjadi redaktur di majalah ‘Bona Ni Pinasa” di Jakarta. Kemudian menjadi pemimpin redaksi di media itu.

Termotivasi Oleh Rekan Sekampung

“Nah, ketika itu juga saya semakin banyak kenal orang Batak di Jakarta dan hal itu membuat saya termotivasi seperti mereka. Akhirnya jadi Bupati. Saya orang yang optimistis. Dia kok bisa yah, saya kok enggak. Nah gitu saya orangnya. Maka saya belajar dan tidak malu untuk belajar,” ucapnya kemudian tersenyum.

Pada 2002 ia pun memutuskan untuk menikahi wanita yang dia puja, Satika Simamora. Mereka dikarunia dua orang anak. Abraham Manuel Pardamean Nababan dan Jonathan Rafael Nababan.

Melihat kehidupan malam Jakarta yang ternyata bisnis menggiurkan dia pun mencoba membuka usaha cafe dan restoran. Lalu, sejak saat itu juga dia bergabung dengan saudara kandungnya, Sukur Nababan – politisi dan duduk sebagai Pengurus DPP PDIP di Jakarta, bidang bisnis propolis. Pada akhirnya Nikson Nababan menjadi Bupati dan Sukur menjadi anggota DPR RI. Nikson Nababan menyampaikan, meski menjadi bupati bukan berarti tidak ada masalah. Baginya, memimpin itu adalah tugas berat dan amanah yang harus dijalankan.

“Enak jadi bupati? Oh tidak. Okelah kalau untuk makan kapan dan di mana saja pasti bisa. Tapi, tanggung jawabnya kan berat. Belum lagi mikirin persoalan rakyat dan masalah pemerintahan,” ujarnya. Namun, dia berkesimpulan menjadi pemimpin itu yang utama haruslah berlaku adil kepada masyarakat. Soal berhasil atau tidak adalah persoalan kedua. “Serahkan sama tuhan, yang penting bersikap adil. Jangan sakiti musuh sekalipun biarpun dia tak memilih kita. Jangan dengki dan syirik,” timpalnya.

 

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Kisah Perjuangan Hidup Nikson Nababan Nababan, Dari Ngamen, Sales Bergaji Rp 2.000 Hiingga Kini Jadi Bupati, http ://medan.tribunnews.com/2017/10/04/kisah-perjuangan-hidup-Nikson Nababan-nababan-dari-sales-bergaji-rp-2000-per-hari-kini-jadi-bupati
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Arifin Al Alamudi

Bupati Nikson Nababan Terus Tuntut Adanya Standar Pelayanan Publik dari SKPD

Setelah mendapat surat untuk penetapan standar pelayanan publik dari Ombusdman Sumatera Utara, Bupati Nikson Nababan langsung menyurati SKPD. Dalam surat ini berisi tuntutan pelayanan yang berhubungan dengan publik agar disesuaikan sesuai standar. Pihaknya tidak mau berlama-lama setelah masuknya surat dari Ombudsman ini. Beliau berharap agar SKPD segera menyerahkan standar pelayanan publik kepada Bupati agar segera disahkan. Sehingga standarisasi pelayan publik yang ada di Tapanuli Utara maksimal dan seragam.

Bupati Nikson Nababan berharap semua instansi yang mendapat surat permintaan penyusunan standar pelayanan publik segera merespon. Dengan begitu agar bisa diketahui tentang kendali yang dihadapi dalam penerapannya. Juga agar ada respon cepat untuk membenahi kendala yang menghambat. Itu dikarenakan pelayanan publik sangat penting karena menjadi yang terdepan untuk berhubungan dengan masyarakat. Ketidakpuasan pelayan publik terhadap masyarakat akan berdampak negatif terhadap kepemimpinan pemerintah daerah.

Menurut Bupati Nikson Nababan ada 14 macam standar pelayanan yang menjadi acuan di Tapanuli Utara. Yaitu dasar hukum, sistem, prosedur, jangka waktu penyelesaian, dan juga tarif. Karena tanpa adanya standarisasi yang jelas, bisa berpotensi adanya kecurangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Juga bisa berdampak pelayanan kepada masyarakat yang tidak maksimal. Dan lebih parah adanya gelombang protes dari masyarakat sehingga bisa menimbulkan kesan negatif terhadap pemimpin daerah.

Agar standarisasi pelayanan publik berjalan secara maksimal, Bupati Nikson Nababan juga akan sering melakukan sidak. Tidak hanya itu demi terciptanya pelayanan publik yang maksimal, bukan hanya sistem yang beliau perbaiki. Yang menjalankan sistem juga tidak luput dari perhatian beliau. Beliau berharap tim yang berhubungan dengan pelayanan publik, harus sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Hal itu agar tim mampu bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Hingga kini Bupati Nikson Nababan masih sering melakukan komunikasi dengan kepala dinas yang berkaitan dengan pelayanan publik. Tidak itu saja, beliau juga terus berkomunikasi secara langsung dengan aparatur sipil daerah. Itu semua dilakukan demi meningkatkan kinerja pelayanan publik. Tidak lupa beliau juga menyiapkan sarana untuk menampung keluhan dari masyarakat. Dengan harapan apa yang menjadi keluhan bisa segera dilakukan perbaikan.

Diakui oleh Bupati Nikson Nababan SDM yang rendah juga bisa berpengaruh kepada aparatur sipil daerah yang bertugas di pos pelayanan pemerintahan daerah. Itu terjadi karena masih maraknya praktik KKN. Hanya dengan bermodalkan uang yang cukup banyak tanpa memiliki kualifikasi yang memenuhi, sesorang bisa menjadi aparatur sipil daerah. Juga dengan memanfaatkan koneksi kekerabatan dengan orang dalam menjadi sebab disusupinya struktur pemerintahan oleh orang tanpa kualitas yang memadai. Sehingga tidak heran jika pos pelayanan publik menjadi tidak maksimal.

Dengan adanya praktik KKN seperti itu menjadikan pelayan publik menjadi rawan terjadi kecurangan. Mulai dari lambatnya pelayanan, suap, hingga pungli menghantui pelayan publik yang ada. Dan untuk mengantisipasi itu semua, Bupati Nikson Nababan sudah menyiapkan strategi khusus. Beliau mengecek secara langsung ke lapangan untuk memastikan berjalannya pelayanan dengan baik. Dan berjanji akan menghabisi oknum yang melakukan pungli, mulai dari sanksi pemotongan tunjangan hingga pemecatan.

Menurut Bupati Nikson Nababan, kualitas pelayanan publik meskipun sudah memiliki standar yang bagus namun tanpa dukungan SDM, itu menjadi hal sia-sia. Oleh karenanya untuk peningkatan SDM, beliau sudah menyiapkan sejak dini. Dengan cara membuat standar kualifikasi tenaga pengajar. Dan juga melakukan pemerataan pendidikan hingga ke seluruh pelosok Tapanuli Utara. Dengan begitu diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang siap menjalankan roda pemerintahan, yang utamanya di Tapanuli Utara.

inilah rahasia sukses chairul tanjung si anak singkong

Apakah anda pernah mendengar istilah si anak singkong? Lantas milik siapakah sebutan tersebut? Yup, sebutan tersebut miliki seorang salah seorang dari 1000 orang terkaya di dunia yaitu chairul tanjung. Chairul tanjung si anak singkong ini merupakan pemilik dari CT corp yang di dalamnya terdapat 2 stasiun TV ternama trans tv dan trans 7, bank mega, carrefour dan juga trans studio. Anda ingin menjadi sukses seperti beliau? Berikut ini adalah rahasia sukses chairul tanjung si anak singkong

Rahasia Sukses Chairul Tanjung si Anak Singkong

1. kerja keras dan pantang menyerah maia chairul tanjung

Salah satu dari sekian banyak rahasia sukses chairul tanjung si anak singkong yaitu kerja keras dan pantang menyerah. Kedua kosa kata ini memang sangat mudah jika kita ucapkan begitu saja namun akan sangat sulit jika kita lakukan. Melakukan kerja keras memang tidak mudah. Terkadang saat menjalani sesuatu kita justru malas melakukannya atau bahkan menyerah saat ditimpa sedikit kegagalan maia chairul tanjung

Baca Juga : Bertahan Dalam Gempuran Bisnis Dunia Maya Chaerul  Tanjung Beri Tips Ini

Menurut chairul tanjung, tidak akan ada kesuksesan tanpa sebuah kerja keras. Kerja keras adalah modal utama dari sebuah bisnis. Beliau mengatakan bahwa beliau bahkan mengesampingkan modal dan terus bekerja keras bahkan hingga 18 jam sehari. Beliau juga mengatakan bahwa tidak ada kata instan bagi kesuksesan sehingga kita harus mengupayakan segala kerja keras yang kita miliki maya chaerul tanjung

Baca Juga : Eksis di Dunia Maya Chaerul Tanjung Miliki Putri Founder Gerakan #mudabergerak

2. bekerja cerdas maia chairul tanjung

rahasia sukses chairul tanjung si anak singkong yang selanjutnya yaitu bekerja cerdas. Mengapa bukan bekerja keras? Karena kerja keras saja tidak cukup untuk mencapai kesuksesan. Banyak yang bekerja keras melakukan banyak hal namun tidak berujung dengan kesuksesan. Lantas bagaimana caranya? Yaitu dengan bekerja cerdas. Orang sukses bekerja dengan strategi sehingga waktu yang mereka gunakan untuk kerja keras tidak sia-sia maia chairul tanjung

3. passion dan komitmen

Ibarat anda berceramah namun tidak menjalaninya, memiliki keinginan untuk berusaha namun tidak berkomitmen juga merupakan sebuah omomg kosong yang tiada artinya. Ikuti passion yang ada di dalam diri kita, keinginan tersebut akan menuntun kita menuju sebuah jalan usaha yang kemudian harus kita realisasikan dengan sebuah komitmen hingga berbuah kesuksesan. Salah satu contoh kesuksesannya adalah ketika memperluas network bisnisnya di bisnis maia chairul tanjung membeli detik com pada tahun 2011

Baca Juga : Membeli Detik com Merambah Bisnis Dunia Maya Chairul Tanjung

4. sosial

Selain itu, rahasia sukses chairul tanjung si anak singkong yang lainnya adalah pandai-pandailah mengenali sosial. Kita tidak tahu akan membawa pengaruh apa orang di sekitar kita sehingga kita harus bersikap baik dan selalu meluaskan jejaring sosial kita

Sukses adalah hak setiap orang. Sukses juga tidak membutuhkan latar belakang yang bagus. Chairul tanjung telah membuktikan hal tersebut. Giliran anda yang harus membuktikannya. Semoga bermanfaat.

Lagi Cari Bunga ?? , klik disini Toko Bunga